Kasus itu mencuat setelah wakil warga
Mesuji datang ke Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat belum lama ini.
Tak sekadar melaporkan kejadian di daerahnya, mereka juga memutar video
yang merekam pembantaian terhadap penduduk. Dalam berbagai kejadian,
tampak pula aparat keamanan. Hanya, tidak terlalu jelas apakah mereka
terlibat dalam peristiwa itu atau justru datang untuk melerai konflik.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
sebetulnya telah menangani kasus itu. Di antaranya peristiwa pada April
2011 di Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji, Ogan Komering Ilir,
Sumatera Selatan. Kejadian ini menewaskan tujuh orang, yakni dua orang
penduduk dan lima orang dari pengamanan swakarsa PT Sumber Wangi Alam.
Satu bentrokan yang telah diselidiki
Komnas terjadi di lahan PT Silva Inhutani di Kecamatan Mesuji Timur,
Kabupaten Mesuji, Lampung, pada November 2011. Seorang petani tewas
dalam peristiwa ini. Tapi perlu dipastikan apakah video aksi sadistis
yang kini beredar luas itu merupakan rekaman dari dua peristiwa
tersebut.
Itu sebabnya, langkah pemerintah
membentuk tim investigasi rekaman video itu perlu disokong. Jika benar
gambar tersebut berasal dari peristiwa “dua” Mesuji itu, tugas tim
investigasi akan lebih ringan karena sebelumnya telah ditelusuri oleh
Komnas HAM. Tim ini tinggal mengecek lagi apakah semua rekomendasi yang
diberikan Komisi itu telah dilaksanakan oleh para pejabat, baik di pusat
maupun di daerah.
<p>Your browser does not support iframes.</p>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar